Selasa, 02 Mei 2017

5 Pelajaran Menarik Yang Bisa Kita Ambil dari Orang Terkaya di Dunia Ini

Di tahun 2017 ini,mungkin menjadi tahun terbaik bagi  Jeff Bezos, CEO Amazon.Pasalnya pada minggu lalu, Jeff Bezos  yang kini berusia 53 tahun mampu meningkatkan kekayaan hingga US$ 2 miliar atau setara Rp 26,6 triliun.

Saat ini total kekayaan Jeff Bezos mencapai angka US$ 80,5 miliar atau setara dengan  Rp 1.071,5 triliun. Hal ini dikarenakan seiring dengan kenaikan harga saham dan meningkatnya kinerja keuangan perseroan.

Jumlah kekayaan CEO Amazon ini hanya selisih US$ 7 miliar atau Rp 931,7 triliun dari orang terkaya dunia dalam hal ini adalah  Bill Gates. Hasli laporan kekayaan yang dimiliki CEO Amazon ini dilaporan oleh majalah Forbes dan Bloomberg. Bezos juga mampu menyalip kekayaan dari investor terkaya dunia Warren Buffett.

Jumlah harta keseluruhan dari kekayaan Bezos memang hanyalah catatan statistik. Tapi setidaknya, ​dia bisa mejadi teladan bagi pengusaha dan pemimpin bisnis di seluruh dunia.

Di balik itu semua ada pelajaran menarik yang bisa kita petik. Apa saja yang orang kaya lakukan? kenapa mereka bisa bertambah kaya? Berikut adalah pelajaran menarik yang bis akita pentik dari orang terkaya di dunia.


5 Pelajaran Menarik Yang Bisa Kita Ambil dari Orang Terkaya di Dunia Ini



Pelajaran Menarik Yang Bisa Kita Ambil dari Orang Terkaya di Dunia Ini


1. Berpikir besar


Pada tahun 1994 awalanya Amazon dimulai dengan menjual buku online. Bezos memilih buku karena ini adalah cara yang relatif mudah untuk di jadikan ritel online. Amazon dulu hadir dalam ukuran standar yang menawarkan paket berbagai pilihan harga.

Kemudian Amazon hampir menjual semua buku dan berpindah ke bentuh CD dan DVD. Bezos menginginkan agar Amazon menjadi salah satu pritel terbesar di dunia, jadi sejak awal dirinya sudah berpikir besar dan mengerjakan segalanya sebaik mungkin dan mencapat target yang lebih besar lagi.


2. Terus berinovasi

Amazon saat ini lebih dari sekedar bisnis pengecer buku online. Hari ini Amazon telah menjadi website terbesar dengan jutaan produk dan mereka juga membuat film dan serial TV untuk layanan perdana streaming. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para konsumen untuk menikmati movie online.

Saat ini Amazon telah mengembangkan bebrapa penerbitan, toko fisik dimana nantinya disana juga akan dilakukan penjualan grosir, produk label sendiri, dan sistem pengiriman drone. Dalam beberapa minggu perusahaan ini pasti selalu melakukan uji coba atau hal-hal baru lainnya. Hal inilah yang menjadi penyemangat untuk mereka terus membuat inovasi.


3. Jangan Takut untuk gagal

Kebanyakan dari kita sebelum mencoba sudah takut untuk gagal? Ya, itulah mental yang selama ini kita miliki, namun berbeda dengan CEO Amazon ini. Amazon selalu melakukan hal baru dan pernah mencipatkan smartphone dengan investasi sebanyak US$ 170, namun ciptaanya belum ada kemajuan hingga saat ini.

Tapi apakah mereka mengkhawatirkan hal itu? Bezos menerima kenyataan bahwa jika Anda tidak mencoba banyak barang, Anda tidak akan pernah memiliki lebih dari satu atau dua bisnis. Jadi jangan pernah takut gagal.

4.  Lihat Peluang Pasar

Amazon tampaknya tidak peduli apakah bisnisnya menghasilkan banyak uang. Mereka lebih tertarik untuk mencari pangsa pasar dan bisa mendominasi di sana. Karena dengan begitu keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Ini mungkin sama sekali tidak menguntungkan pada awalnya, tapi dengan cara ini maka Anda akan bisa menghasilkan uang. Meski dengan untung yang sedikit, namun jika laku banyak, maka keuntungan yang didapat pun menjadi lebih banyak.

Daripada mencari keuntungan yang besar, tapi barang yang Anda tawarkan tidak menarik dan tidak disukai pasar, hasil yang didapat juga sedikit.

5. Lupakan akuisisi


Dalam masa itu telah terjadi serangkaian pengambilalihan yang disepakati. Barang yang dijual juga hanya laku sedikit. Bezos pun bertekad untuk menggunakan konten Netflix, programnya ini sendiri telah menghabiskan jumlah besar dibanding tawaran dari para pesaingnya​.

Amazon juga pernah mencoba bersaing dengan Spotify dalam musik, Sainsbury's dan Tesco dalam hal belanjaan. Dan seperti diketahui sebagian besar akuisisi justru menghancurkan nilai. Karena itu jauh lebih baik membangun saingan sendiri mulai dari bawah hingga atas.

Amazon memang jauh dari sempurna, dan pernah kalah bersaing dengan beberapa perusahaan. Tapi dengan dorongan tanpa henti untuk terus berinovasi dan menciptakan produk baru, perusahaan ini bisa bertahan.

Artikel Terkait