Sabtu, 29 April 2017

Peraturan Baru Guru Harus Ada di Sekolah Selama 8 Jam Mulai Juli !!!

Tags

Peraturan Baru Guru, mulai juli 2017 ini harus berada disekolah selama 8 jam. Hal ini dikemukakan langsulng oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yaitu menurut beliau  mulai tahun ajaran baru 2017-2018 akan dilaksanakan perintah Presiden Joko Widodo berupa reformasi pendidikan dalam rangka revolusi mental.

Mulai tahun ajaran baru, para guru harus berada di sekolah setidaknya 8 jam. Dengan demikian sebagai gantinya hari sabtu dan minggu tidak ada kegiatan di sekolah tanpa kecuali untuk kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakulikuler, latihan kepemimpinan dan pramuka.

"Silakan. Tetapi prinsipnya, hari Sabtu dan Minggu bukan merupakan jam dinas dari sekolah," katanya.

Mendikbud juga mengatakan, hal tersebut jangan disalahtafsirkan seolah-olah nanti anak-anak berada di kelas selama delapan jam atau ditambah mata pelajarannya.

Menurut beliau sebaiknya mata pelajaran untuk SD dan SMP bisa dikurangi: "Bahkan, saya cenderung mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya semakin banyak," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Peraturan Baru Guru Harus Ada di Sekolah Selama 8 Jam Mulai Juli 


Peraturan Baru Guru Harus Ada di Sekolah Selama 8 Jam Mulai Juli 


Hal ini bertujuan agar murid akan lebih aktif dan disini bukan guru yang aktif. CBSA atau cara belajar siswa aktif ini dinilai sangat efektif untuk mengingkatkan mutu pendidikan, karena sejak dulu yang aktif dalah para guru, bukan murid.

Muhadjir mengatakan, melalui cara tersebut, pendidikan karakter akan jalan.

Muhadjir Juga menuturkan jika pelajaran banyak gurunya yang ceramah, yang pintar gurunya bukan muridnya, paling enggak gurunya pintar ceramah. Kalau mau ceramah, di pengajian saja, di masjid, di gereja, tetapi untuk di sekolah guru tidak diridai kalau banyak ceramah," 

Ia mengatakan, guru harus kreatif mengembangkan metode-metode yang betul-betul bisa membangkitkan aktivitas, minat, dan semangat murid untuk belajar.

Muhadjir mencontohkan, jika dalam sehari ada tiga pelajaran masing-masing 45 menit, berarti yang digunakan untuk belajar sekitar dua jam.

Selebihnya digunakan untuk berbagai kegiatan seperti membaca buku dan mengaji.

"Yang tahu persis adalah guru, bagaimana pendidikan karakter yang sekarang sudah mulai ditatar oleh tenaga-tenaga ahli," katanya.

Ia mengatakan, jika nantinya membutuhkan kegiatan di luar ruang seperti mengunjungi museum, perpustakaan, atau pasar, bisa saja mata pelajaran hari itu ditangguhkan dan diberikan pada hari berikutnya sehingga dapat penuh untuk kegiatan kunjungan tersebut.

"Jadi, sekolah harus dibikin luwes, fleksibel, tidak boleh kaku, pelajaran juga tidak boleh terjadwal secara kaku karena yang terpenting sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang dicapai di dalam proses belajar mengajar itu," katanya.

Mendikbud mengatakan, jika guru dan kepala sekolahnya kreatif, siswa akan betah selama delapan jam di sekolah.

Terkait dengan pendidikan karakter, Menteri Muhadjir mengatakan, Presiden telah mengamanatkan dalam Nawa Cita, porsi pendidikan karakter bagi siswa SD sebanyak 70 persen sedangkan yang 30 persen untuk ilmu pengetahuan.

Sementara bagi siswa SMP, pendidikan karakter sebanyak 60 persen sedangkan penanaman ilmu pengetahuan sebanyak 40 persen.


Artikel Terkait