Sabtu, 09 Januari 2016

Cara Budidaya Jamur Tiram Di Rumah Dan Area Sempit Praktis

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih di area sempit - Apakah Anda berencana ingin memulai usaha jamur tiram di rumah dengan modal kecil? Searang ini prospek usaha jamur tiram sangat menguntungkan, apa lagi banyak orang yang sudah mulai sadar, bahwa jamur tiram itu tidak beracun dan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dalam media yang terbuat dari serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastic dan ditaburi beberapa benih atau bibit jamur tiram . Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.

Dulu jamur tiram banyak tumbuh di hutan atau di kebun, namun keberadaan jamur tiram kini mulai langka.Biasanya jamur tiram ini tumbuh dan berkembang di bawah pohon lebar atau di bawah poho yang sudah mati. Jamur tiram ini tentu tidak bisa hidup sembarangan artinya ada iklim atau cuaca yang mempengaruhi nya, oleh sebab itu sebelum kita menyelam lebih dalam cara membudidayakan jamur tiram ini, mungkin ada kalanya kita mengetahui iklim, kelembaban, cahaya yang tepat untuk jamur tiram ini.



Memahami IKLIM dalam Membudidayakan Jamur tiram



1.    Temperature


Cuaca memang menjadi syarat utama dalam mengembangbiakan atau membudidayakan jamur tiram ini karena jika kita tidak memahami nya, tentu bagi Anda yang tinggal di area atau iklim yang tidak didukung oleh jamur tiram akan sia-sia. Serat atau yang juga kita kenal dengan bahasa ilmiah miselium jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28 °C, artinya kisaran temperature normal untuk pertumbuhannya.  Namun walaupun demikian, jika temperature di bawah 23 °C, miselium, maka jamur tiram masih dapat tumbuh meskipun memerlukan waktu yang lebih lambat.

Disini yang kita panen adalah daunnya yang menyerupai cangkang tiram. Daun tersebut akan tumbuh subur apa bila jamur tiram ditempatkan pada suhu antara 13-15 °C selama 2 samapai 3 hari. Artinya jika temperature rendah tersebut tidak didapatkan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pertumbuhan tumbuh daun tidak akan tumbuh subur yang berarti pemeliharaan tidak berhasil, atau walaupun terbentuk maka waktu yang diperlukan akan lama.
Tetapi walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih tersebut masih dapat tumbuh pada rentang suhu 12-37,8 °C.


2.    Kelembaban Jamur Tiram Putih


Sangat penting rasanya agar selalu memperhatikan tingkat kelembaban udara atau air. Kandungan air di dalam substrat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan miselium/ serat jamur. Jika jamur mendapatkan sedikit kadar air, maka akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan,  Namun, apabila terlalu banyak air, miselium akan membusuk dan mati. Kandungan air di dalam subtract tanaman akan didapat dengan baik bila dilakukan penyiraman.
Jamur tumbuh baik dalam keadaan yang lembab, tetapi tidak menghendaki genangan air. Miselium jamur tiram tumbuh optimal pada subtract yang memiliki kandungan air sekitar 60%. Sedangkan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah, memerlukan kelembapan udara sekitar 70-85%. Tingkat kelembaban ini memang menjadi masalah yang sering orang alami dalam membudidayakan jamur tiram. Bagi Anda yang ingin mengembangkan jamur tiram ini kami sangat menyarankan agar Anda memahami takaran dalam proses penyiraman, namun tidak perlu khawatir karena sekarang ini ada mesin otomatis yang bisa Anda gunakan untuk menyiram. Untuk menyirami jamur tiram ini gunakan mata penyiraman yang standar yang memiliki lubang halus, agar proses penyiraman bisa berjalan dengan rata dan baik.


3.    Pencahayaan Jamur Tiram Putih


Selain memperhatikan tingkat kelembaban pad ajamur tiram, maka hal penting lainya adalah tingkat pencahayaan nya.  Misalkan saja miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada keadaan gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh pada tempat gelap. Cahaya diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah. Tangkai jamur akan tumbuh kecil dan tudung tumbuh abnormal bila saat pertumbuhan primordial tidak memperoleh penyiraman.
Akan tetapi, cahaya matahari yang menembus secara langsung dapat merusak dan menyebabkan kelayuan, serta ukuran tudung yang relative kecil. Pertumbuhan jamur hanya akan memerlukan cahaya yang bersifat menyebar. Oleh karena itu, diperlukan peneduh pohon di dekat bangunan tempat pemeliharaan jamur.


PEMBIBITAN JAMUR TIRAM PUTIH

Bibit yang dapat digunakan adalah F3. Bibit ini dapat dibuat atau diperoleh dari petani jamur yang s udah bisa membuat bibit bibit jamur. Untuk membuat bibit sendiri, diperlukan alat dan bahan yang steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit biasa menggunakan laminar flow atau transfer box.


ALAT DAN BAHAN UNTUK MEMBUAT JAMUR TIRAM PUTIH

Untuk membudidayakan jamur tiram, diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :

•    Kompor minyak tanah
•    Drum berdiameter 80 cm, tinggi 96 cm
•    Rak, dengan luas 3m²
•    pH meter
•    Thermometer
•    Sprayer / penyemprot, dengan pipa paralon 2 inci sebanyak 300 buah
•    Cincin
•    Lampu spirtus, dengan volume 30 liter
•    Baskom plastic
•    Sekpo
•    Serbuk kayu albasia sebanyak 10,5 kg
•    Dedak halus sebanyak 21 kg
•    Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
•    TSP murni 1 kg
•    Kapur 3 buah
•    Bibit jamur F3 sebanyak 3 buah
•    Alcohol 95% sebanyak 1 liter
•    Kantung plastic transparan (20x35x0,5)  cm sebanyak 300 buah
•    Kertas roti 10 x 10 sebanyak 300 buah
•    Karet gelang tahan panas 600 buah
•    Air sumur 30 liter

Baca Juga: Bisnis Budidaya Jamur Tiram Sangat Menguntungkan

Itulah tadi sedikit informasi tentang cara budidaya jamur tiram putih menguntungkan, semoga informasi ini bisa menambah pengethuan kita semua dan semoga juga agar usaha dan bisnis yang Anda bangun kedepannya semakin maju.

Artikel Terkait