Kamis, 24 Desember 2015

Kesalahan Saat Berinvestasi Yang Sering Orang Lakukan

Kesalahan Saat Berinvestasi Yang Sering Orang Lakukan - Investasi bukan soal banyak memiliki uang atau memiliki bangunan mewah saja, namun investasi banyak dijadikan orang alasan untuk mendapatkan kekayaan secara cepat dan instan. Berinvestasi seperti membeli emas atau perhiasan, tanah, apartemen dan proferti lainnya adalah hal yang biasa orang lakukan, namun sebagian dari kita ada yang tidak sadar mengenai kesalahan saat melakukan investasi.

Kesalahan dalam berinvestasi itulah yang akan memperburuk keadaan, dimana kita hanya berfikir untuk kaya secara instan tanpa berfikir untuk mempertimbangkan kehidupan kedepannya. Berinvestasi di pasar modal maupun produk investasi lainnya mempunyai risiko, baik risiko penurunan dana investasi maupun kehilangan dana investasi Anda. Hasil investasi yang lampau tidak tetap dan bukan merupakan jaminan untuk mencapai investasi di masa yang akan datang. Calon investor diharapkan mempelajari produk keuangan dan investasi dengan seksama sebelum melakukan investasi.

Kesalahan Saat Berinvestasi Yang Sering Orang Lakukan




1. Kegagalan untuk Menyimpan


Kegagalan Saat menyimpan uang adalah yang paling sering orang rasakan, kenapa tidak ketika mereka ingin berinvestaasi melalui sebuah produk ataupun barang, malah banyak yang tertipu. Oleh sebab itu sebelum Anda memulai investasi, pastikan barang yang Anda siapkan tersebut bisa dihargai di masa depan.

2. Tidak Berinvestasi di Saham


Kita sering mendengar kata saham, namun dari dulu kita enggan untuk bermain saham ini, namun tahukan Anda seiring berjalannya waktu, saham telah menjadi tambang emas bagi investor. Lalu yang lainnya menilai kalau investasi terbaik yaitu properti yang mencapai 30%, dan sekitar 24% orang menganggap emas merupakan investasi terbaik.

Tidak ada keraguan kalau investasi real estate bisa mendapatkan hasil baik, tetapi itu berasal dari pendapatan sewa bukan apresiasi. Menurut ekonom Yale, Robert Shiller, kalau harga rumah setelah inflasi adalah 0,2% per tahun. Terlalu banyak orang Amerika menganggap rumah mereka menjadi investasi terbesar.

Menurut data historis, membeli sebuah rumah atau rumah lebih besar yang tidak menghasilkan pendapatan sewa tidak memberikan keuntungan maksimal setelah inflasi. Sedangkan emas, menurut ekonom Harvard, Greg Mankiw, emas tidak jauh lebih baik dalam hal pengembalian.


3. Membayar Biaya Tinggi


Selama jangka waktu lama, biaya tinggi memiliki efek yang sangat merusak pada hasil investasi dan kekayaan Anda. Biaya tinggi itu terutama mengenai penasihat keuangan.


4. Sering Melakukan Trading Saham


Trading dapat juga berbahaya bagi kekayaan Anda. Brad Barber dan Terrance Odean telah menyelidiki aktivitas perdagangan untuk 78 ribu rekening selama enam tahun.

Selama tahun 1991-1996, rata-rata keuntungan tahunan pasar sebesar 17,9%. Mereka yang sering trading saham mencatatkan rata-rata pengembalian hasil sekitar 11,4%. Sedangkan mereka yang sedikit trading mencatatkan pengembalian hasil trading sebesar 18,5% per tahun.


5. Tak diversifikasi


Ketika berinvestasi jangan menaruh semua investasi Anda dalam satu keranjang. Hal itu merupakan hal yang sesuai akal sehat. Jadi masuk akal bila Anda memiliki aset lain di luar saham.


6. Mencoba untuk Cepat Kaya


Ingin cepat kaya menjadi sifat manusia. Hal ini mengarah pada kesalahan besar dalam berinvetasi. Apalagi kalau investor membeli saham tidak memiliki fundamental baik.

Nah itu enam kesalahan besar dalam investasi. Jika Anda menghindari enam kesalahan ini, Anda akan menghemat dalam berinvestasi saham, memegang investasi jangka panjang, dan mendiversifikasi portofolio.sumber


Artikel Terkait