Minggu, 27 Desember 2015

Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ Anda Sendiri

Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ - Setiap orang tentu ingin memiliki kecerdasan diatas rata-rata, lalu apa sajakah yang mempengaruhi tingkat kecerdasan manusia? Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan masing-masing orang dan seperti di ulas melalui DW.COM, bahwa ASI adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kecerdasan. Mungkin banyak dari kita orang tua yang tidak sadar, bahkan selalu mengabaikan anak untuk diberi ASI?

Menurut Flinn et al (2004), evolusi kecerdasan manusia  begitu cepat dibandingkan dengan spesies lain. Karena otak manusia meningkat sekitar 250% dalam waktu kurang dari 3 juta tahun. Hal ini dibuktikan dengan perubahan perilaku yang luar biasa dari beberapa generasi terakhir. Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa tingkat evolusi yang tinggi menyebabkan kompleksitas terbesar pada manusia adalah karena permintaan dari lingkungan mereka mengutip tuntutan ekologis, seperti berburu atau variabilitas iklim dan tekanan selektif mendukung spesies lain dibandingkan dengan mereka.

Selain itu Faktor keturunan didasarkan pada genetik juga berperan penting dalam tingkat kecerdasan.  Keturunannya mewarisi karakteristik genetik dari orang tuanya dan faktor inilah yang menjadi alasan yang umum sering orang kaitkan dengan tingkat kecerdasan. Jika orang tua mereka cerdas biasanya mayoritas anak atau keturunan mereka juga cerdas. Pada kesempatan kali ini tertarik rasanya kami untuk menulas sebuah artikel mengenai ciri-ciri kecerdasan unik yang mungkin belum Anda ketehui.



Cara Meningkatkan Kecerdasan IQ Anda Sendiri




Tidak merokok

Bagi perokok aktif mauoun pasif ternyata dapat menyebabkan learning disability artinya, menurunnya kemapuan dalam menyerap pelajaran dan pengetauhan. Selanjutnya Menurut Studi di Israel tahun 2010 membandingkan IQ dan status merokok dari 20.000 pria muda. Pria berusia antara 18-21 tahun, rata-rata IQ-nya 94. Sementara yang tidak merokok rata-rata IQ-nya 101. Mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari rata-rata IQ-nya hanya 90.


Memainkan Alat Musik

Musik ternyata juga dapat meningkatkan kecerdasan loh, Menurut Studi yang dilakukan pada tahun 2011 bahwa kecerdasan verbal anak berusia 4-6 tahun bertambah setelah les musik selama hanya sebulan. Begitu juga hasil studi tahun 2004 menunjukkan, anak 6 tahun yang les piano 9 bulan IQ-nya bertambah lebih besar dibanding anak-anak yang ikut kelompok teater atau tidak mengikuti kegiatan ekstra lainnya.


Anak Sulung

The New York Times melaporkan: "Kesimpulan dari studi yang dipublikasikan 2007 menunjukkan anak tertua dalam keluarga IQnya sedikit lebih tinggi, rata-rata 3 poin, dari saudara kandung terdekatnya. Ini bukan karena faktor biologis, melainkan pengaruh psikologis orangtua dan anak."


Diberi ASI

Nah, yang satu ini tentu sangat berpengaruh sekali dalam mengembangkan kecerdasan anak karena ASI adalah faktor utama yang sangat penting dalam menunjang kecerdasan anak. Menurut Dua penelitian tentang anak-anak, bahwa air susu ibu meningkatkan kecerdasan hingga rata-rata 7 poin jika anak memiliki versi khusus dari gen FADS2, demikian menurut Duke University. 90% anak-anak dalam dua kelompok penelitian memiliki setidaknya satu salinan dari versi "C" dari FADS2, yang menghasilkan IQ yang lebih tinggi jika mereka disusui ibunya.


Kidal

Dalam penelitian terbaru, mereka yang bertangan kidal dikatakan memiliki kemampuan "berpikir divergen", bentuk kreativitas dimana Anda memberikan bermacam-macam kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang sama. Orang kidal misalnya mampu mengkombinasikan dua obyek biasa untuk membentuk obyek ketiga. Seperti menggunakan tongkat dan kaleng untuk membuat rumah burung.



Tinggi Badan

Mungkin kita sering menilai anak yang kidal itu anak yang bodoh? '' Ah, maka saja gak tau, masa makan pakai tangan kiri?''. Saya pikir sebagian orang yang kurang paham akan berkata begitu, pahadahal Menurut hasil penelitian di Princeton mengatakan: "Pada usia 3 tahun, di masa pra-sekolah tinggi badan memainkan peranan. Anak-anak yang lebih jangkung, menunjukkan performa jauh lebih baik dalam tes kognitif. Ulasan dw.com

Artikel Terkait