Sabtu, 14 November 2015

Kisan Sukses Pengusaha Sablon Dengan Modal Hanya 5 Juta


Kisan Sukses Pengusaha Sablon Dengan Modal Hanya 5 Juta
Usaha sablon semakin hari semakin berkembang, apa lagi sekarang ini dengan adanya digital printing tentu saja memudahkan pada pengusaha untuk mencetak berbagi macam desain tanpa batas. Semua itu bermula dari modal 5 juta dan sumber modal tersebut diperoleh dari hasil patungan gaji. Dari hasil patungan tersebut kemudian ia belikan sejumlah perangkat sablon dan menyewa tempat untuk produksi dan kantor promosi. Lokasi kantor dipilih di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, atas pertimbangan bahwa di sana belum banyak saingan bisnis. 

Ternyata usahanya mendapatkan tanggapan positif dari konsumen. Abdur Rasyid selaku pendiri buka-baju.com atau BBDC dia memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk mendesan, hingga melayani konsultasi desain untuk sablon kaos.


Pada awalnya Rasyid mengakui, memilih brand buka-baju.com aka BBDC karena keisengannya. Nama brand tersebut didapatnya dari karena para karyawan BBDC kerap tak memakai baju atasan ketika melakukan proses produksi. Karena, wilayah Tangerang Selatan panas sehingga mereka pun memilih membuka baju. Ia dan Lanang menilai sepertinya unik jika "buka baju" menjadi merek dagang. Selain itu, nama tersebut dinilai efektif menarik perhatian dan mengundang penasaran khalayak.

Untuk memaksimalkan orderan ia pun pada awal melakukan promosi luar dan jaringan internet , ternyata respons pasar di dua hingga tiga bulan pertama memang masih sepi. Tatkala itu order pun masih sangat sedikit dan kebanyakan hanya satuan. tak heran jika, Rasyid kerap menambal biaya produksi. "Yang jadi daya tarik, kita bisa melayani order sablon satuan, yang minat bikin banyak dan bermacam-macam," katanya. 

Ternyata dari order satuan yang ia lancangkan pada awal bulan tersebut menjadi umpan untuk promosi yang efektif, sehingga selang enam bulan bisnisnya pun mulai terasa. Salah satunya, adalah modal awal yang ia keluari telah kembali. Dari awal bisnis berjalan, perkembangan pesanan juga terus menanjak. Ia menyebutkan, sejak awal sampai bulan keenam, order berkisar 100-200 potong kaos. Itu pun kondisinya naik turun. Setelah enam bulan, permintaan order meningkat di angka 300-400 potong kaos

Selanjutnya pada tahun 2012, mereka berhasil membuka toko dengan bermodal kan hanya Rp 15 juta. Toko tersebut mereka peruntukan untuk menyimpan barang dan kaos. Selain itu, toko tersebut yang digunakan untuk penyimpanan barang gagal order senilai Rp 2 juta karena pelanggan tidak mengambilnya. "Siapa tahu ada yang mau beli, kita jual lagi," katanya. 

Kisaran harga untuk pemesanan kaos satuan dibanderol dengan Rp 70 ribu-Rp 85 ribu, tergantung kerumitan desain. Jika konsumen mengorder lusinan, bisa dapat harga lebih murah, yakni berkisar Rp 50 ribu- Rp 65 ribu.

Saat bisnis yang digeluti oleh Rasyid mulai berkembang pasalnya,  BBDC juga telah memiliki empat karyawan di bidang produksi dan desain. Perkembangan order kaos terkini, lanjut dia, BBDC per bulannya mampu mengerjakan orderan kaus sablon 500-700 potong. Selain itu hal yang paling memuaskan adalah order juga telah banyak dipesan dari luar pulau, bahkan lintas negara. Pengiriman order kaus sablon telah menjangkau Aceh, Samarinda, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke negeri ginseng Korea Selatan. Omzet pun telah berhasil dihimpun per bulannya mencapai Rp 20 juta.

Berdasarkan permintaan para konsumen atau pelanggan, di antaranya, sebagian besar dari mereka meminta desain order satu warna, tulisan-tulisan unik atau tulisan kata-kata sederhana atau gambar kartun siluet. Sisanya, order lusinan meliputi sablon organisasi atau logo komunitas, perusahaan, dan klub sepak bola idola. Sumber: republika.co.id/ Editor by.Bisnisborneo

Artikel Terkait