Senin, 02 November 2015

Kisah Sukses Wanita Tunawisma yang Jadi Wakil Presiden Intel



Kisah Sukses Wanita Tunawisma yang Jadi Wakil Presiden Intel - Banyak orang yang putus asa karena suatu kekurangan yang mereka miliki? Bahkan ada juga sebagian dari mereka yang selalu berusaha, meskipun selalu gagal. Itulah nasib kita tidak tau dan yang maha tau itu adalah tuhan. Mungkin sebelumnya kita tidak pernah berfikir untuk memiliki rumah besar, hidup mewah, memiliki uang yang banyak dan memiliki mobil mewah, namun siapa sangka hal itu dialami oleh Wakil Presiden Intel Diane Bryant yang sempat menjadi tunawisma. seperti yang dikutip darii laman Business Insider, bahwa wanita yang tadinya tunawisma, namun kini sukses dengan kekayaan mencapai US$ 10 miliar dan ia juga pernah mengaku harus rela mengikuti peraturan ayahnya pergi dari rumah ketika umurnya menginjak 18 tahun. Ia pun sempat merasakan menjadi tuna wisma yang berpindah-pindah tempat tinggal demi menyelesaikan sekolahnya.

Bryant mengaku bahwa pengalaman pahitnya menjadi tuna wisma dahulu lah yang akhirnya memaksanya untuk bekerja lebih keras. Ia pun memilih menjadi seorang insyinur karena pekerjaan tersebut dapat menghasilkan uang yang banyak. Setelah menyelesaikan studinya  di UC Davis jurusan Teknik Elektro, Bryant pun bekerja di salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia, Intel.

“Awalnya saya tertarik bekerja disini hanya karena gaji besar yang bisa didapat. Namun sekarang saya merasa salah akan hal tersebut,” ujarnya sambil tertawa.

Tidak lama setelah bekerja di Intel, ia pun sadar ternyata dunia teknik dan teknologi merupakan bagian besar dalam hidupnya.


Hal yang paling menarik dari Diane Bryant adalah  ia sangat luar biasa dalam berinovasi dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan kompleks dan ini juga, merupakan sesuatu yang akhirnya membuatnya berhasil menggapai tangga kesuksesan.

“Itulah yang membuat saya bertahan. Saya bekerja disini bukan lagi karena uang, tapi karena kecintaan saya pada industri ini” tuturnya.

Kini Bryant menjadi salah satu orang yang sangat berpengaruh di Intel. Meskipun menjabat sebagai wakil presiden senior dan mantan Chief Information Officer (CIO) dari Intel Data Center Group, namun ia sangat dermawan karena ia menyumbang US$ 10 miliar atau atau setara dengan Rp 136,9 triliun rupiah dari total Rp 730,1 triliun keuntungan perusahaan. Tidak hanya itu, Bryant juga merupakan satu dari sedikit wanita yang mampu menapaki tangga sukses di industri teknologi yang biasanya didominasi oleh pria.

Artikel Terkait