Minggu, 15 November 2015

Inspirasi Wirausaha Sukses Bisnis Modal Rp 5 Juta Untung Rp 100 Juta


Inspirasi Wirausaha Sukses Bisnis Modal Rp 5 Juta Untung Rp 100 Juta
Setiap orang tentu ingi memiliki bisnis sendiri, namun selalu terhalang dengan alasan jadul, yaitu modal. Pada dasarnya untuk memulai sebuah bisnis tak harus dimulai dengan modal besar. Karena yang terpenting adalah niat dan tekat untuk memulai bisnis tersebut. Salah satu wirausaha yang patut kita teladani sebut saja dia Mohamad Firsan. Pada awalnya ia begitu nekat untuk mendirikan Rumah Kemasan Bandung pada 2012. Kenapa saya bilang nekat karena Firsan memiliki modal hanya Rp 5 juta, namun dari hasil nekat tersebut, ia kini mampu meraup omzet hingga Rp 100 juta perbulan.

Melihat market begitu luas Firsan pun memutuskan untuk fokus pada pelayanan seperti, kebutuhan kemasan untuk produk yang dihasilkan para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Meskipun dengan modal kecil, ia menilai bahwa produk tidak seharusnya menggunakan kemasan biasa-biasa saja atau seadanya. Menurutnya produk haruslah memiliki kemasan dan desain yang menarik agar dapat menarik hati para konsumen. Pada dasarnya kemasan yang menarik itu juga tidak harus berbiaya besar. Dengan tarif relatif terjangkau, produk kemasan karya Firsan dipakai pelanggan dari Aceh hingga Ambon. Dari usaha itu, Firsan kini terbilang sukses menjadi jutawan.

Selanjutnya strategi promosi RKB ia lakukan dengan berbagai macam cara. Mungkin yang paling sederhana adalah dimulai dari mulut ke mulut, menyebar kartu nama dan brosur, serta yang paling besar, yaitu mengadakan pameran dan iklan sponsor. Namun, menurut Firsan sendiri bahwa promosi yang paling efektif adalah melalui media sosial, karena sebagaimana kita ketahui bahwa sekarang ini kita sudah masuk ke era digital, artinya internet itu hampir menjadi kebutuhan pokok dan tidak bisa di tinggalkan. Dengan mengunggah hasil karya, Firsan berpromosi melalui testimoni dan kutipan tentang kemasan. “Di luar itu juga kami promosikan melalui kegiatan-kegiatan pelatihan dan seminar tentang kemasan,” ujarnya.


Tidak puas disitu saja ia pun serin melakukan konsultasi, hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan banyak ide dan masukan. Dari beberapa konsultasi yang ia lakukan akhirnya ia pun menghasilkan ide dan produk kemasan yang menarik. Ia mencontohkan, kemasan bisa digunakan untuk pembatas buku atau stiker. 

Setiap harinya setidaknya, ia melayani paling sedikit dua pengusaha UMKM yang berkonsultasi bebas biaya. Ada pun  mereka berasal dari Aceh hingga Ambon. Namun, Firsan tak menyebutkan jumlah keseluruhan pelanggan yang telah dibuatkan kemasan oleh RKB. Tarif akan dikenakan kepada konsumen ketika keduanya sepakat ingin membuat desain dan produk kemasan jadi.

Dari hasil rata-rata per bulannya RKB bisa membuat 20 pesanan produk kemasan dari UMKM yang beragam. Karena belum memiliki cabang, pengiriman barang kemasan menggunakan sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang. “Supaya pelanggan loyal, jaga kualitas dan delivery on time, itu kuncinya,” ujarnya.

Untuk merintis usaha kemasan itu, ia hanya bermodal awal Rp 5 juta. Dengan modal itu, ia mengurus legalisasi perusahaan.

Dari kegiatan usaha tersebut, RKB dapat meraup omzet paling sedikit Rp 30 juta-Rp 100 juta per bulan. Ke depan, ia berencana merancang pembiayaan agar dapat menambah kapasitas produksi. Selain itu, ia ingin menjadikan RKB sebagai one stop packaging service terpercaya sekaligus terkemuka.
Firsan mengaku keberlangsungan bisnis bukan tanpa kendala. Kendala itu datang terutama ketika kualitas produk tidak sesuai dengan desain dan kesepakatan pelanggan pascadicetak. Ia bercerita pernah mengalami kegagalan desain dan sudah telanjur masuk mesin cetak. “Salah ukuran kualitas cetakan, pernah rugi sampai hampir 70-90 persen dari harga,” ujarnya.

Produksi ulang pun harus dilakukan dengan biaya pengganti murni dari perusahaan. Ia mengungkapkan pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga ke depan agar selalu menekankan kontrol kualitas dan mempersiapkan biaya cadangan.

Tantangan selanjutnya sekaligus yang terbesar, yakni menghasilkan ide kreatif setiap hari. Baginya, makin banyak karya kreatif yang telah dihasilkan jangan lantas bosan membuat kemasan baru. Kreativitas mestinya tak berbatas. Maka untuk memunculkannya, desainer di RKB terus membuka wawasan di antaranya dengan banyak mencari referensi dari buku dan internet serta rajin mengikuti forum berbagi desain bersama sejumlah desainer. sumber repubilika, editor bisisborneo

Artikel Terkait