Senin, 02 November 2015

Cara Mengelola Uang Dengan Baik Ketika Sudah Berkeluarga dan Punya Anak

Cara Mengelola Uang Dengan Baik Ketika Sudah Berkeluarga dan Punya Anak - Usia yang ke-30 tahun adalah usia yang mulai mantap dalam menempuh karir dan kehidupan. Selian itu usia 30-an adalah masa dimana pemikiran juga mulai dimantapkan karena pada usia tersebut kebanyakan dari para lelaki maupun wanita sudah mulai memikirkan atau bahkan sudah memiliki momongan. Namun, tahukan Anda di usia 30-an juga memiliki tantangan tersendiri terutama masalah keuangan dan mungkin juga akan ada kesalahan kecil maupun besar, namun untuk mengantisipasi hal tersebut pada kesempatan kali ini kami sangat tertarik sekali untuk mengulas sebuah artikel tentang Tips jitu mengelola uang di usia 30-an.




 5 Kesalahan Keuangan Yang Harus Dihindari dan Lakukan!



1. Fokus pada tabungan anak daripada tabungan masa pensiun


Usia 30-an adalah masa bahgia-bahagianya bersama keluarga, terutama bersama anak. Pada usia 30-an ini Anda memiliki anak, maka hal terpenting adalah bagaimana caranya agar Anda bisa berusaha sebisa mungkin untuk menyiapkan pendidikan yang terbaik bagi mereka . Namun, sering menjadi masalah adalah saat Anda menyiapkan tabungan pendidikan anak dan mayoritas uang tersebut diambil dari tabungan pensiun atau gaji yang anda? Hal tersebut justru akan memberikan beban finansial pada anak Anda jika sebagai orang tua Anda tidak memiliki dana pensiun yang mencukupi. Oleh karena itu, Anda harus pandai dan cermat dalam mengelola keuangan karena takutnya jika pengeluaran lebih banyak dari pada pemasukan, hal yang sangat dikhawatirkan adalah pendidikan mereka. Apakah Anda mau anak Anda kedepannya tidak memiliki pendidikan?

Walaupun hanya 10 ribu itu harus ditabungkan ke celengan anak dan jangan pernah mengambilnya terkecuali benar-benar darurat dan itupun harus digantikan pada waktu lain. Selain itu Anda juga harus memiliki yang namanya tabungan darurat. Nah, bearti Anda memiliki 2 tabungan? Tabungan pendidikan dan tabungan darurat. Kalau sudah begitu Selain mengharapkan gaji yang ada atau masa pensiun Anda juga harus mencari peluang usaha lain agar bisa menopang kehidupan keluarga.

2. Menghindari Diskusi Tentang Uang Sebelum dan Selama Menikah


Membicarakan soal uang dengan pasangan mungkin jadi hal yang tidak nyaman, karena bisa membuka kebiasaan yang bersifat pribadi. Nyatanya, saat menikah kondisi keuangan menjadi masalah bersama dan yang terjadi pada keuangan seseorang akan berdampak pada kehidupan saat berumah tangga. Oleh karena itu, untuk menghindari kejadian yang tidak inginkan sebaiknya Anda dan pasangan perlu berdiskusi dan membuat target keuangan di masa mendatang.

Namun, yang sangat boleh didiskusikan dengan pasangan Anda adalah apa usaha atau bisnis sampingan kedepannya yang bisa kita lakukan? Itu sang sangat baik.

3. Tidak memiliki atau Mengurangi Tabungan Pensiun dan Asuransi Jiwa


Di usia ke-30 adalah masa produktif , dimana banyak sekali keinginan untuk membeli barang seperti rumah dan keperluan bayi tinggi dan Anda cenderung tidak memprioritaskan tabungan pensiun atau asuransi jiwa. Namun, tabungan tersebut justru penting untuk jangka panjang khususnya jaminan bagi orang-orang yang Anda sayangi. Asuransi jiwa bertujuan agar pasangan dan anak Anda tidak mengalami kesulitan jika Anda meninggal. Sementara dana pensiun bertujuan kelak masa pensiun tiba, Anda masih memiliki stabilitas keuangan.

4. Menghamburkan Uang Pada Mobil dan Rumah


Saat pendapatan dirasa sudah stabil dan tinggi untuk pertama kalinya dalam hidup Anda, maka tentu saja ada godaan untuk menaikkan standar gaya hidup sangat tinggi. Hal tersebut dilakukan oleh banyak orang dengan cara mengambil kredit. Namun, hal tersebut merupakan kesalahan besar, pertama Anda harus memastikan jika keuangan ada di level aman dan tidak memiliki kredit lain.

5. Berasumsi Jika Anda Memiliki Cukup Uang di Masa Mendatang


Selama usia 30-an Anda sering mulai merasa aman dalam karir Anda, dan keamanan yang dapat bermanifestasi sebagai rasa keniscayaan terkait gaji tinggi di bidang pekerjaan yang Anda jalani. 

Masalahnya adalah bahwa tidak ada jaminan bagi masa depan. Banyak hal bisa terjadi, misalnya perubahan di pasar atau kesalahan pada pekerjaan Anda. Jika Anda sudah mulai menghabiskan "uang masa depan" Anda, berarti Anda mengambil utang. Oleh karena itu, hindari utang dan belanjakan uang Anda sesuai dengan kemampuan. 

Artikel Terkait