Minggu, 18 Oktober 2015

Kisah Sukses Ralph Lauren di balik Brand Polo



Kisah Sukses Ralph Lauren di balik Brand Polo -  Siapa yang tidak kenal dengan Ralph Lauren, ya dia adalah salah satu contoh entreprenuer sukses di dunia.Nama nya begitu melambung tinggi setelah sukses mengembangkan Polo menjadi salah satu brand fashion terbesar di dunia. Mengutip dari laman Business Insider, ternyata dia nekat dan hanya bermodalkan ijazah sekolah tinggi diploma dan beberapa ijazah kelas bisnis. Dengan keyakinan, semangat serta mental yang kuat dia puan mengambil keputusan untuk memulai perusahaan sendiri.

Debut Lauren kala itu dikenal sebagai pendesain dasi, namun dia hanya dapat mempunyai model dasi yang itu-itu saja, yakni monoton, berbentuk lancip dan polos. Kemudia dia berupaya melepas cap yang melekat terhadap dasi tersebut dan mulai merancang dasi yang tidak biasanya dan berwarna-warni.

Tak, disangka ternyata dasi yang dibuatnya itu begitu sukses dan digemari oleh banyak orang. Dia berhasil menjual dasi senilai USD500 ribu hanya dalam jangka waktu satu tahun.

Meskipun telah meraih kesuksesan dengan cepat, namun Lauren tidak begitu saja puas, bahkan dia terus memperluas perusahaannya. "Ralph tidak duduk mencapai selama satu menit," kata anak didik Lauren, John Varvatos kepada Bloomberg.

"Anda dapat menikmati saat ini, tetapi Anda harus menjaga hal-hal yang terjadi dan Anda tidak bisa menjadi mengatur satu kuda,” terangnya.

Ketika ide-ide desain baru datang, Lauren langsung menerapkan semuanya dengan sederhana. Dia membayangkan pakaian yang dia akan ingin memakai seolah membayangkan pakaian itu cocok untuk seorang bintang film.

"Apa yang Anda pikir Cary Grant kenakan, Anda tidak bisa berjalan ke sebuah toko dan membeli," katanya kepada Charlie Rose pada tahun 1993.

"Hal-hal yang saya buat, Anda tidak bisa beli. Anda tidak bisa menemukan mereka di mana saja,” tambah dia.

 Kemudian pada 1997 dia pun mulai melepas saham perusahaanya ke publik. Nmun, pada awalnya, dia tidak begitu yakin jika dia menjadi pemegang saham dan menjadi salah satu yang termasuk dalam jajaran direksi perusahaan, namun akhirnya dia mau setelah bergulat dengan dirinya sendiri. Dia juga memastikan dia masih akan menguasai sebagian besar hak suara.

Dia yang selama ini hanya bermimpi ingin jadi jutawan, namun sekarang pada usia 75, menikmati petikan keberhasilannya, dengan rumah-rumah di Jamaika, Long Island, Bedford, dan Manhattan, serta mempunyai peternakan seluas 17 ribu meter persegi di Colorado.

Diperkirakan dia memiliki kekayaan bersih USD6 miliar. Lauren juga menawarkan salah satu koleksi mobil paling berharga di dunia.

"Orang lain mengumpulkan seni, tapi bagi saya, memiliki mobil langka dan dirancang megah menawarkan pengalaman yang berbeda," katanya kepada Architectural Digest.

"Pada akhirnya Anda dapat menikmati keindahan mesin dan perjalanan itu membawa Anda," ucapnya.

Lauren tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan energi. Meskipun mengundurkan diri sebagai CEO, dia tidak memiliki rencana untuk meninggalkan perusahaan senamanya tersebut.

"Ketika mereka mulai merancang hal-hal yang saya tidak bisa mengerti, saya akan berhenti," kata Lauren sesaat setelah keputusannya mundur dari CEO.

Artikel Terkait