Minggu, 04 Oktober 2015

Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Indonesia 2015


Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Indonesia 2015 - Melihat lonjakan dollar As begitu signifikan membuat banyak masyarakat Indonesia khawatir dengan adanya krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada tahun 1997-1998. Pelemahan kurs rupiah yang mendekati angka 15.000 per dollar As,  menjadi sebuah ancaman yang mengerikan bagi Indonesia. Angka itu secara ekonomi mencerminkan bahwa banyak investor yang berpindah dari Indonesia ke negara lain. Konsekuensinya adalah pembangunan-pembangunan nasional yang melibatkan investasi asing dapat terganggu.Bagi pada Investor tentunya Anda sendiri juga sadar bahwa pelemahan rupian sangat memicu kerugian yang sangat besar bagi para Investor, terlebih bagi negara Indonesia, namun para ahli ekonomi menilai, situasi ekonomi di kawasan saat ini tidak bisa disamakan dengan masa itu. Karena Asia sudah belajar banyak dari pengalaman krisis moneter 1997-1998 dan lebih mampu menghadapi gejolak semacam itu.


Seperti yang di kutip langsung melalui laman dw Indonesia, bahwa  Berapapun harga Dolar di pasar uang internasional, nilai tukar Rupiah misalnya, tidak ikut bergerak, karena dipatok pada nilai tukar tertentu.Sistem pematokan nilai tukar mata uang yang diterapkan Indonesia saat itu adalah makanan empuk bagi para spekulator. Karena dengan mematok nilai tukar pada harga tetap, pemerintah Indonesia berarti memberi subsidi untuk Dolar Amerika Serikat. Jadi, para spekulan bisa berhitung dan menaksir, seberapa kuat dan seberapa besar simpanan devisa Indonesia.

Mereka lalu ramai-ramai membeli Dolar di Indonesia, yang harganya jauh lebih murah dari nilai sebenarnya di pasaran internasional. Karena mereka menggunakan aset besar, dan melakukan serangan beli Dolar secara serentak di Indonesia. Bank Indonesia akhirnya kewalahan dan kehabisan pasokan Dolar. Itulah yang menyebabkan nilai tukar Rupiah kemudian terjun bebas. Nilai tukar dolar ketika itu naik 500 sampai 600 persen.

Bagaimana Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Indonesia 2015?


1. Menciptakan ketersediaan likuiditas pasar
2. Mencari pembiayaan defisit anggaran dari luar negeri
3.  Memberlakukan wajib lapor pada setiap pembelian USD dalam jumlah besar
4.  Mewajibkan pelaporan LC dengan dokumen & underlying asset pada setiap Bank
5. Mengrangi penggunaan Dollar yang berlebihan
6. Menggunakan Produk lokal
Dsb.

Itulah tadi sedikit informasi mengenai tips mengatasi krisis ekonomi Indonesia, semoga kita termotivasi dan bisa mengurangi krisis ekonomi yang erjadi sekarang ini. Selain itu krisis ekonomi tentunya menyebabkan banyak para karyawan yang di PHK.


Artikel Terkait