Senin, 07 September 2015

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mempunyai Peran Strategis Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional

Tags





Usaha Kecil dan Menengah atau yang lebih umum kita kelan dengan sebutan (UKM) ternyata mempunyai peran yang yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.  Oleh sebeb itu selain berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga ia berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan.Beberapa tahun yang lalu kita sempat di ingatkan Dalam krisis ekonomi, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan btidak sedikit yang menyatakan berhenti dalam sektor tertentu. Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih kuat dalam menyikapi  krisis dan inflasi. Tidak hanya itu sekarang ini nilai tukar rupiah kian hari kian memburuk itu dikarenakan tidak stabilnya perekonomian dan industri negara ini. Mengingat pengalaman sebelumnya , kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali terabaikan hanya karena hasil produksinya yang hanya mampu memproduksi dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.
Sebenarnya pengemabngan UKM ini musti mendapatkan perhaian yang besar terlebih dari pihak pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Kebijakan pemerintah ke depannya perlu lebih kondusif  dan supportif dalam tumbuh dan berkembangnya UKM di Indonesia. Untuk mengangkat kembali perekonomian Indonesia, hendaklah Pemerintah meningkatkan kembali sebagai pemeran utama dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil.

Kondisi UKM di Indonesia Saat Ini

Meihat sektor perekonomian Indonesia sekarang ini, sekiranya kita sebagai pihak yang bertanggungjawab hendaknya mulai ambil alih lagi karena dengan meningkatnya sektor UKM, bearti itu sudah membantu Perekonomian Indonesia sekarang ini. Sektor ekonomi UKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesar berdasarkan statistik UKM tahun 2004-2005 adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, Perdagangan, Hotel dan Restoran,  Industri Pengolahan,  Pengangkutan dan Komunikasi serta  Jasa.  Sedangkan sektor ekonomi yang memiliki proporsi unit usaha terkecil secara berturut-turut adalah sektor Pertambangan dan Penggalian; Bangunan, Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan serta  Listrik, Gas dan Air Bersih. Secara kuantitas, UKM memang unggul, hal ini didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar usaha di Indonesia (lebih dari 99 %) berbentuk usaha skala kecil dan menengah (UKM). Namun secara jumlah omset dan aset, apabila keseluruhan omset dan aset UKM di Indonesia digabungkan, belum tentu jumlahnya dapat menyaingi satu perusahaan berskala nasional.
Data-data tersebut menunjukkan bahwa UKM berada di sebagian besar sektor usaha yang ada di Indonesia. Apabila mau dicermati lebih jauh, pengembangan sektor swasta, khususnya UKM, perlu untuk dilakukan mengingat sektor ini memiliki potensi untuk menjaga kestabilan perekonomian, peningkatan tenaga kerja, meningkatkan PDB, mengembangkan dunia usaha, dan penambahan APBN dan APBD melalui perpajakan. Sumber: http://diskop.banglikab.go.id/

Artikel Terkait