Jumat, 28 Agustus 2015

Ringgit Malaysia Turun Ke Level Terendah dalam 17 Tahun Terakhir




Ringgit Malaysia Turun Ke Level Terendah dalam 17 Tahun Terakhir- Akibat naiknya dollar berdampak kepada lonjakan nilai tukar mata uang di Asia dan salah satunya adalah Malaysia. Pada 28 agustus 2015 ini nilai tukar dollar terus menguat dan berimbas ke sektor ekonomi global, oleh karena itu Perdana Menteri Malaysia Najib Razak beriinisiatif untuk membentuk special economic committee guna dapat membantu ekonomi domestik dari imbas ekonomi global yang tidak stabil. Pada Komite tersebut berjumlah sembilan orang. Tidak hanya malaysia Indonesia sebagai negara tetangga pun mengalami gejolak perekonomian oleh sebab itu pemerintah harus cepat turun tangan. Kemudian dalam special economic committee akan dipimpin oleh menteri Abdul Wahid Omar, dan akan langsung melaporkan kepada Najib. Komite ini akan terdiri dari ekonom dan pimpinan perusahaan termasuk Chairman grup CIMB Nazir Razak. Selain itu juga ada CEO Maybank Farid Alias dan Andrew Sheng. Penanganan itu termasuk menangani Ringgit, menjaga stabilitas pasar, dan memperkuat kepercayaan di pasar modal. Komite ekonomi ini akan bertemu tiap minggu, dan bila diperlukan sering dilakukan pertemuan untuk segera mengusulkan dan membicarakan langkah-langlah perlu dilakukan.

"Yang penting sekarang adalah harus menjadi fokus. Kami membutuhkan tim yang berdedikasi, kerja 24 jam selama tujuh minggu untuk memantau apa yang terjadi," kata Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, Mustapa Mohamed.

Kekhawatiran ekonomi terhadap Malaysia ini juga berlanjut mengingat akan ada unjuk rasa besar anti pemerintah pada 29-30 Agustus 2015. Para demonstran mendesak Perdana Menteri Najib Razak untuk mengundurkan diri terkait dugaan korupsi. Demonstrasi Bersih 4.0 dijadwalkan akan dilakukan di tiga kota Malaysia pada akhir minggu, termasuk Kuala Lumpur.


Kemudian melihat kondisi politik yang snagat memburuk membuat Malaysia harus membayar lebih terhadap jaminan utang yang mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir. 

Credit default swap/cd utang naik sebesar 74 basis poin menjadi 180 pada 2015. Sungguh Ini adalah kinerja terburuk di Asia dalam 6 tahun terakhir dan hampir 40 lebih tinggi dari produsen minyak Meksiko. Grup UBS, salah satu lembaga keuangan internasional juga memprediksikan Malaysia akan lebih menderita ke depan. Cadangan devisa Malaysia tercatat di bawah US$ 100 miliar pada Juli 2015, dan ini untuk pertama kali sentuh di bawah US$ 100 miliar sejak 2010.

Artikel Terkait