Senin, 29 Juni 2015

3 Orang Terkaya di Bidang Hiburan dan Media Di Indonesia

3 Orang Terkaya di Bidang Hiburan dan Media Di Indonesia
Industri hiburan dan perfileman adalah salah satu tambang emas yang tak akan pernah habis, karena sebagaimana kita ketahui bahwa dunia hiburan selalu ditunggu-tunggu oleh jagat pemirsa di seluruh dunia. Inilah yang menjadikan orang banyak beralih profesi menjadi artis dan bekerja di dunia hiburan, karena disana banyak menghasilkan bongkahan emas.  Hal ini terbukti dari jumlah kekayaan pelaku industri hiburan yang dirilis oleh majalah Forbes ada sebanyak 22 miliarder Indonesia yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia tahun 2015. Di antara 22 miliarder tersebut diisi oleh beberapa pemain di bisnis hiburan Indonesia. Berdasarkan data kekayaan yang dirangkum oleh Forbes, pendapatan mereka mengalami kenaikan yang cukup signifikan tahun ini. Siapa sajakah mereka? Mari kita baca ulasan berikut ini!





1. Chairul Tanjung

Siapa yang tidak kenal dengan si Chairul Tanjung? Salah seorang penulis dan sastarawan yang sangat populer di Indonesia. Chairul Tanjung, atau akrab disapa CT, ini dinobatkan sebagai orang terkaya urutan ke empat di Indonesia. Rangkingnya turun satu peringkat dari tahun sebelumnya. Walau begitu, kekayaannya tercatat sebesar 4,3 miliar dolar AS atau setara dengan  Rp 57 triliun. Hasil kekayaanya pada tahun 2015 ini naik bila dibandingkan pada periode tahun sebelumnya, yaitu mencapai 4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 53 triliun.

Mungkin dari kita banyak yang bertanya, darimanakan hasil kekayaan Chairul Tanjung tersebut? Ya, dari sekian banyak perusahaan yang dibangunnya, ada perusahaan yang bergerak di bidang media dan Entertainment yang selama ini memberikan pemasukan dan tabungan emas dan tidak hanya itu  Aset dari perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan ini adalah salah satu pemasok terbesar dari kekayaan pak Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung adalah CEO dan founder dari CT Corp yang membeikan banyak warna ke berbagai lini usaha. Trans Corp adalah salah satu  yang menjalankan bisnis fokus di bidang media, gaya hidup dan bisnis hiburan. Trans TV merupakan unit bisnis pertama Trans Corp yang mengudara pada 10 November 2001. kemudian mulai berekspansi dengan membeli 49 persen saham TV 7 yang sekarang dikenal dengan Trans 7.


2. Peter Sondakh

Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya Peter Sondakh? Dia adalah seorang Miliarder urutan ke dua dalam bidang media dan hiburan di Indonesia. Peter Sondakh mendapatkan lompatan yang sangat sigifikan karena dia mendapatkan tiga peringkat menjadi rangking enam orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes dari urutan periode sebelumnya. Per Maret 2015, pemilik Group Rajawali ini tercatat memiliki kekayaan hingga 2,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 30 triliun.

Sejak terjang  karir Peter Sondakh di dunia bisnis, terutama bisnis hiburan, media dan pertelevisian  Ia sudah menjejalkan diri di bisnis hiburan dan televisi sejak lama. Bersama Bambang Trihatmodjo, pada 1987 ia mendirikan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Yang kemudian kini dikuasai oleh taipan Hary Tanoesoedibjo.

Berbekal pengalaman itu, pria kelahiran 1953 itu kembali meluncurkan televisi baru RTV (Rajawali TV) yang semula bernama B-Channel. Tak hanya mendirikan saja, Peter juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Rajawali Corporation. Peter berharap stasiun televisi baru yang resmi menggudara 3 Mei 2014 ini kian menanamkan nilai positif yang bisa menjadi inspirasi bangsa.


3. Hary Tanoesoedibjo

Menurut majalah Forbes bahwa  Hary Tanoesoedibjo  tercatat sebagai orang tercatat ke-15 di Indonesia. Dengan Total kekayaan yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo meroket 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp 3,8 triliun. Pada Maret 2014, harta yang ia miliki tercatat hanya 1,2 miliar dolar AS, namun kini kekayaannya naik mencapai 1,5 miliar dolar AS.

Mayoritas kekayaan yang paling banyak dia dapatkan adalah dari sektor bisnis media dan hiburan. Menurut keterangan dari Bisnis.com bahwa pendapatan yang dia proleh dari sektor media yang disumbang dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencapai 82,4 persen senilai Rp 10,24 triliun, naik 7,8 persen dari Rp 9,49 triliun.

Pendapatan iklan MNCN dari tiga stasiun televisi free-to-air (FTA) yakni RCTI, MNC TV, dan Global TV, memberikan kontribusi 88,8 persen dari total pendapatan MNCN. Kinerja tersebut disokong oleh revenue share dan audience share di nomor 1 dengan perhitungan power ratio 1,3x terbesar di industri ini dan menjadikan RCTI sebagai stasiun TV paling banyak diminati pengiklan.

Belum lagi ditambah dengan pendapatan iklan dari jaringan televisi nasional Inews yang sebelumnya Sindo TV serta 19 saluran MNC Channel. Berdasarkan rilis pers yang dikeluarkan 9 Juni 2015, baru satu bulan dirilis Inews sudah meraih pendapatan sebesar Rp 21 miliar pada bulan April dan Rp 26 miliar pada bulan Mei lalu. Di Bandung dan Medan, iNewsTV berhasil mengungguli pangsa pemirsa salah satu pesaing utamanya.

Artikel Terkait