Rabu, 14 Januari 2015

Ternak Lele Dalam Drum Plastik

Saya pikir setiap orang tau ikan lele.  Ikan lele adalah ikan air tawar yang sangat populer di kalangan masyarakat Indoneisa. Selain rasanya yang enak dan mengandung banyak Gizi, harga nya pun cukup terjangkau, mungkin sebagian dari Anda ada yang hobi dengan pecel Lele? Sekarang ini untuk mendapatkan ikan lele tidak perlu repot-repot karena banyak sekali orang yang berjualan pecel lele di pinggir jalan. Baiklah pada kesempatan kali ini saya sangat tertarik untuk mengulas sebuah tulisan tentang '' Cara Budidaya Ikan Lele dalam Drum Plastik''.
Mungkin pada umumnya orang membudidayakan ikan lele di kolam tanah atau kolam terpal, namun ternyata budidaya atau beternak ikan lele itu sangatlah mudah dan bisa di mana saja, bahkan di dalam drum plastik sekalipun. Ikan lele adalah ikan yang memiliki umur yang cukup panjang dan selain itu peminat atau konsumen nya pun cukup banyak, oleh karena itu harga ikan lele di pasaran tidak begitu tinggi. Biasanya pada musim panen para petani lele mulai menjual ke konsumen-konsumen, namun keuntungan dari budidaya ikan lele adalah selain masa panen yang relatif lebih cepat  dan pemeliharaan nya lebih mudah ikan lele juga tidak begitu cerewet dalam masalah pakan selain itu sekarang ini ada banyak sekali pedagang '' Pecel Lele'' jadi tidak metutup kemungkinan mereka bisa berlangganan dengan Anda.

Baca Juga: » Kunci Sukses Bisnis Ternak Sapi Potong


Cara Memulai Budidaya Lele Dalam Drum Plastik Untuk Pemula



Ini adalah salah satu conoth Kolam Portable dari drum plastik, sangat praktis dan mudah. Pada umunya drum yang digunakan adalah drum plastik yang berukuran 200 liter air. Untuk harga mungkin sekitar 300 -700 Ribu, dengan menggunakan drum plastik ini penggantian air dan permberian pakan lebih mudah.

Bagi Anda pemula, maka akan saya beri sedikit tips tentang bagaimana cara budidaya lele di drum plastik ini.

1. Sebelum memasukan bibit ikan lele sebaiknya  isi drum dengan tanah yang bercampur pupuk kandang 0.5-1kg dan air kemudian diamkan selama 2 minggu sehingga muncul jentik-jentik. Ini bertujuan agar zat kimia yang ada di drum bisa larut.


Baca Juga: » Bisnis Budidaya Tikus Putih Sebagai Pakan Ular Menguntungkan


2. Setelah menunggu selama 2 minggu, kemudian barulah masukan air sumur atau air hujan atau air sungai jika dekat dengan sungai, tapi ari tawar ya!. kemudian masukan bibit ikan. Masing-masing drum di masukan bibit antara 200- 250 ekor. Perlu dicatat bahwa untuk awal emang banyak bibit ikan yang mati, karena mungkin masih menyesuaikan kondisi dan jika anda mendapatkan ada bibit yang mati silakan buang dan selalu kontrol kondisi ikan Anda.

3. Beri pakan 3 sehari dan jangan lupa beri suplement ikan dengan limbah. Jangan lupa untuk mengganti air 1 minggu sekali agar steril dan ikan sehat.

4. Setelah 2 bulan pisahkan ikan yang besar dan yang kecil, biasanya ada ikan yang tumbuh lebih cepat dan ada pula agak lama, oleh karena itu agar memudahkan Anda untuk memanen nya silakan pisahkan masing-masing ikan tersebut sesuai ukuran.

Artikel Terkait